Skip to main content

Dinsos Pemkab Blitar Siap Salurkan DBHCHT ke Jutaan Keluarga Penerima Manfaat

Dinas Sosial Kabupaten Blitar

Uselnews.com, Kabupaten Blitar - Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar siap menyalurkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ke  2.600 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran DBHCHT ini sebagai bentuk perhatian Pemkab Blitar atas bagi hasil cukai yang diserahkan kembali kepada masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Yuni Urinawati, mengungkapkan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Blitar merencanakan penyaluran anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau.

Program ini ditujukan kepada mereka yang memiliki identitas atau KTP Kabupaten Blitar, Jumat, 19 Juli 2024.

Yuni menyampaikan bahwa ada sekitar 2.600 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan ini. Setiap penerima akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 300.000 per bulan selama empat bulan. Penyaluran dana tersebut akan dilakukan melalui rekening masing-masing penerima KPM.

“Anggaran yang bersumber dari bagi hasil cukai ini kami rencanakan untuk disalurkan kepada buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau yang beridentitas atau ber-KTP Kabupaten Blitar. Kurang lebih ada 2.600 KPM yang akan menerima bantuan ini,” ungkap Yuni. 

Proses penyaluran saat ini masih dalam tahap verifikasi, untuk memastikan bahwa seluruh penerima bantuan adalah warga Kabupaten Blitar. Yuni menjelaskan bahwa setelah proses verifikasi selesai, dana BLT akan segera disalurkan kepada para penerima.

“Kami berharap bantuan BLT kepada buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau ini bisa bermanfaat bagi yang menerima. Pergunakan sebaik mungkin bantuan ini agar bisa membantu biaya hidup bagi penerima BLT yang bersumber dari bagi hasil cukai itu,” kata dia.

Program ini juga merupakan salah satu upaya Dinas Sosial Kabupaten Blitar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di daerah tersebut.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para penerima bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kondisi ekonomi yang mungkin sedang sulit. Yuni menekankan pentingnya penggunaan bantuan ini secara bijak oleh para penerima.

“Kami mengingatkan kepada para penerima bantuan untuk menggunakan dana ini sebaik mungkin. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dan membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari,” tukasnya. (vu)