Uselnews.com, Bengkulu Utara - Pemerintah daerah Kabupaten Bengkulu Utara menyelenggarakan acara sholat berjamaah, Tausiah/dzikir sebagai bagian dari kegiatan muhasabah dan doa bersama akhir tahun, di Balai Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, Senin (22/12).
Kegiatan ini bertujuan untuk refleksi diri, memohon keselamatan, dan mempererat persatuan masyarakat
serta sebagai ikhtiar memohon rahmat dan perlindungan Allah SWT agar Kabupaten Bengkulu Utara terhindar dari bencana dan musibah, serta senantiasa diberi keselamatan dalam mewujudkan Bengkulu Utara yang maju, hebat, dan bahagia.
Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustaz Dimas Rahmad, yang mengajak seluruh hadirin untuk memperkuat keimanan, memperbanyak doa, serta menjaga persatuan dan kepedulian sosial di tengah berbagai ujian yang dihadapi bangsa dan daerah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Arie Septia Adinata mengimbau masyarakat agar tidak melakukan euforia berlebihan pada malam pergantian tahun. Ia mengingatkan bahwa saat ini saudara-saudara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara masih berada dalam suasana duka akibat bencana yang melanda.
“Sebagai bentuk empati dan kepedulian, seyogyanya malam pergantian tahun kita isi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti doa bersama, bukan dengan euforia berlebihan,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, sikap saling menghormati dan empati terhadap sesama menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kemanusiaan, khususnya di tengah kondisi kebangsaan yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Selain doa bersama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi peduli bencana Sumatera. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp.615.310.000,- yang akan disalurkan kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Tidak hanya itu, Pemkab Bengkulu Utara juga memberikan santunan kepada anak-anak panti asuhan sebagai wujud kepedulian sosial dan perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, serta masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara. (**)