Skip to main content

Ketika Teknologi Pengaruhi Bidang Jurnalistik

Ilustrasi Teknologi : hackernoon.com

Oleh : Nadira Riskia Marin 

Uselnews.com - Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi dimulai dengan penemuan alat-alat sederhana yang berasal dari sumber daya alam sekitar. Tidak dapat dipungkiri, teknologi telah menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan hidup manusia di zaman sekarang.

Dalam bidang jurnalistik, teknologi juga memberikan inovasi yang secara dramatis dapat mengubah wajah jurnalistik dalam beberapa dekade terakhir. Teknologi memberikan dampak signifikan dalam cara para jurnalis dalam mengumpulkan, menyunting, serta memberikan informasi kepada masyarakat. Jurnalis kini memiliki gadget yang beragam layaknya ponsel genggam, dan kamera yang semakin canggih sehingga dapat membantu mereka membuat konten yang lebih menarik.

Mudahnya akses informasi yang luas melalui internet juga telah merevolusi cara jurnalis dalam mencari serta memuat berita yang mereka tulis. Dengan adanya internet mereka dapat mengakses sumber-sumber informasi dengan lebih detail serta relevan, bahkan mereka dapat mengikuti perkembangan terkini sampai di seluruh dunia.

Internet juga memungkinkan jurnalis untuk mengumpulkan banyak data dari isu-isu terkini dengan cepat dan lebih efisien. Selain itu, Teknologi juga memungkinkan jurnalis untuk menyampaikan informasi yang mereka kumpulkan dengan interaktif. Dengan adanya video, audio, grafis, foto, serta elemen interaktif lainnya lalu disiarkan kepada masyarakat melalui televisi, ataupun media sosial seperti Youtube dapat membantu masyarakat dengan mudah memahami isi berita yang disampaikan. Penyebaran berita juga bisa dilakukan dengan cepat dan luas sehingga para jurnalis dapat mempublikasikan konten mereka kepada khalayak yang lebih luas tanpa terhalang batasan geografis.

Namun perkembangan teknologi dalam dunia jurnalistik juga memberikan dampak negatif yang cukup serius. Salah satunya adalah penyebaran berita palsu atau hoaks yang dapat menggiring opini, mengadu domba, sehingga memunculkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap media massa. Oleh karena itu jurnalis juga harus lebih mementingkan integritas dan kode etik mereka dalam membuat sebuah konten atau berita. Karena banyak sekali oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan teknologi hanya untuk kepentingan serta keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampak dari tulisan yang dibuatnya tersebut.

Munculnya teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT juga digadang-gadang dapat menggantikan peran jurnalis dalam menulis sebuah berita. ChatGPT atau Generative Pre-Trained Transformer adalah platfotm kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh OpenAI. Aplikasi ini bisa menjawab pertanyaan manusia dari yang mudah hingga sulit sekalipun. ChatGPT dapat digunakan dengan sangat mudah serta menampilkan jawaban-jawaban yang lebih cepat dan efisien untuk didapatkan, karena data yang didapat langsung diolah tanpa harus membuka situs web satu persatu sehingga ChatGPT dikatakan dapat menggantikan peran jurnalis dalam mengumpulkan data serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Tetapi itu tidak sepenuhnya benar. Munculnya ChatGPT justru dapat membantu para jurnalis untuk berkembang lebih baik lagi, ChatGPT dapat digunakan sebagai pembanding tulisan yang telah dibuat serta melengkapi data-data dan informasi yang akan dimuat. ChatGPT juga tidak bisa menceritakan suasana yang terjadi pada suatu kejadian secara langsung, aplikasi tersebut hanya digunakan untuk mengolah data saja. Munculnya ChatGPT juga dapat memunculkan profesi baru seperti AI Specialist, AI Engineer,IoT Architect, dll sehingga dapat membantu para penggunanya khususnya para Jurnalis.

Pada intinya kemajuan teknologi telah memberikan banyak manfaat dalam dunia jurnalistik baik bagi para jurnalis maupun para pembaca. Namun tentunya segala kemajuan yang telah ada juga harus digunakan dengan bijak sehingga tidak merugikan siapapun.