Uselnews.com, Blitar - Bupati Blitar Rini Syarifah optimis pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) tahun 2024 yang sedianya berlangsung Februari mendatang untuk di Kabupaten Blitar akan berjalan dengan tertib, aman dan damai.
Optimisme Rini mencuat setelah mengikuti kegiatan diskusi yang acaranya dikemas cangkrukan terkait ketertiban di tahun politik menjelang pemilu 2024. Acara ini menurutnya bisa diadopsi di Kabupaten Blitar untuk kepentingan sosialisasi pemilu beserta edukasinya.
"Acara cangkrukan ini bisa diadopsi di daerah supaya lebih mengena ke masyarakat terkait sosialiasi Pemilu. Sinergi Pemerintah, TNI, Polri dengan KPU, Bawaslu dan stakeholder bisa menciptakan suasana yang kondusif dan meminimalisir isu berita hoax," katanya setelah mengikuti Cangkrukan Ketertiban di Tahun Politik bersama Menkopolhukam di Surabaya, Selasa (28/02).
Umumnya, cangkrukan ini membahas bagaimana menciptakan situasi masyarakat serta daerah yang kondusif, tertib hukum dan penuh kedamaian. Cipta kondisi masyarakat seperti ini dilakukan menyusul telah dimulainya tahun politik menjelang pemilu 2024 Februari mendatang.
"Pastinya kita akan terus berupaya menjaga Kabupaten Blitar agar tetap pada kondisi yang aman terkendali, situasi masyarakat yang guyub rukun dan saling hormat menghormati," jelas Bupati Rini.
Selain Menko Mahfud yang bertindak sebagai narasumber, pada acara ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Prof. Henri Subiakto, Ustadz Das'ad Latif (Pemuka Agama dan Pegiat Sosial), Ismail Fahmi (Analis Media Sosial, Direktur Drone Emprit) dan Alissa Wahid (Direktur Jaringan Gusdurian) juga sebagai narasumber.
Sementara catatan informasi dihimpun Uselnews.com, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, di Jawa Timur terdapat kurang lebih 119.000 TPS dan pelaksanaan tahapan - tahapan proses Pemilu 2024 sedang berjalan. Dengan adanya kegiatan Cangkrukan ini yang diinisiasi oleh Menkopolhukam, harapannya pesta demokrasi di Indonesia bisa terlaksana dengan baik dan berkualitas.
Kemudian Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan, dengan diadakannya acara Cangkrukan ini bersama Forkopimda dan Alim ulama ataupun pegiat sosial bisa membawa pesta demokrasi di Indonesia menjadi tertib dan kondusif serta tidak termakan oleh isu-isu negatif dan hoax.
(Pewarta : Suliani/Adv)